Naroop Blend Canola & Extra Virgin Olive Frying Oil untuk Balita

Case Study 1: Naroop Blend Canola & Extra Virgin Olive Frying Oil untuk Balita

Pendahuluan

Salah satu tanda gaya hidup modern adalah maraknya produksi dan konsumsi makanan yang diproses berlebihan & artifisial yang tinggi kadar gula, garam, lemak tidak sehat, perasa, pewarna, pengawet dan tidak memiliki nutrisi penting. Tanpa nutrisi yang penting, makanan seperti ini berdampak kesehatan yang merusak. Dengan demikian, kita harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, terutama untuk balita yang sangat membutuhkan nutrisi yang baik dan benar untuk pertumbuhan.

Salah satu komponen makanan yang dibutuhkan balita adalah minyak sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan. ASI merupakan sumber lemak terbaik untuk balita. Tetapi, tanpa dapat dihindari, balita juga mendapat asupan minyak dari makanan lainnya. Dengan banyaknya jenis makanan yang mengandung minyak tidak sehat dewasa ini, kita perlu berhati-hati dalam memilih jenis minyak yang dikonsumsi balita untuk pertumbuhan dan kesehatan mereka.

Komponen minyak

Semua jenis minyak memiliki 2 komponen utama: minyak jenuh (saturated fat) dan minyak tak jenuh (unsaturated fat). Minyak tak jenuh terdiri dari minyak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fat) dan ganda (poly-unsaturated fat). Minyak tak jenuh ganda memiliki 2 komponen utama: omega-3 (ω-3) dan omega-6 (ω-6) (lihat Gambar 1). Minyak juga mempunyai komponen minor (berjumlah kecil) seperti antioksidan dan vitamin.

Minyak yang pada umumnya paling sering digunakan untuk memasak, yaitu minyak kelapa (coconut oil) dan minyak kelapa sawit (palm oil) memiliki kadar minyak jenuh tinggi, yaitu sekitar 50% untuk minyak kelapa sawit dan mencapai lebih dari 80% untuk minyak kelapa. Minyak lainnya pada umumnya memiliki kadar lemak tak jenuh tinggi (rata-rata di atas 50%), seperti minyak canola (canola oil), minyak zaitun extra virgin (extra virgin olive oil/EVOO), minyak bunga matahari (sunflower oil), minyak jagung (corn oil), minyak kedelai (soybean oil) dan sebagainya.

Semua jenis minyak adalah campuran minyak jenuh, minyak tak jenuh tunggal & ganda dan komponen minor lainnya. Tidak ada minyak yang hanya terdiri dari minyak jenuh saja atau minyak tak jenuh saja.

Memilih minyak untuk balita

Komposisi minyak (lihat Tabel 1) menentukan pengaruh minyak terhadap kesehatan dan menjadi panduan memilih minyak yang baik untuk balita. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilihlah minyak yang tinggi kadar minyak tak jenuh (terutama minyak tak jenuh tunggal) seperti minyak canola dan minyak zaitun extra virgin dan hindarilah minyak yang tinggi kadar minyak jenuh seperti minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Sebuah penelitian [ref. 1] menunjukan bahwa minyak jenuh berpotensi meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular, sedangkan minyak tak jenuh membantu menurunkan resiko. Memberi asupan minyak yang tinggi kadar minyak tak jenuh kepada balita merupakan upaya pencegahan dini penyakit kardiovaskular.
  • Pilihlah minyak yang tinggi kadar omega-3 seperti minyak canola. Omega-3 dapat dimetabolisme menjadi DHA, yang merupakan salah satu komponen utama otak dan lapisan luar jaringan saraf. Asupan minyak yang tinggi kadar omega-3 untuk balita mengoptimalkan perkembangan otak dan jaringan saraf dan berpengaruh positif pada fungsi saraf dan motorik balita.
  • Hindarilah minyak yang mempunyai perbandingan omega-6 terhadap omega-3 (ω-6/ω-3) yang tinggi (>15). Sebuah penelitian [ref. 2] menemukan bahwa perbandingan yang tinggi mendorong perkembangan penyakit kardiovaskular, kanker, peradangan dan autoimun, sedangkan perbandingan yang rendah (< 4) menghalangi perkembangan penyakit tersebut.
  • Pilihlah minyak yang mempunyai komponen minor yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti minyak zaitun extra virgin yang mengandung polyphenol (antioksidan) yang dapat membantu mengurangi resiko penyakit peredaran darah (kardiovaskular) dan manfaat kesehatan lainnya.

Case Study 1

Gambar 1. Komponen utama minyak

Minyak jenuh (%) Minyak tak jenuh (%)
Total Tunggal Ganda ω-3 ω-6 Rasio (ω-6/ω-3)
Naroop 8.4 87.3 61.7 25.7 7.6 18.1 2.4
Canola 7.1 88.2 58.6 29.6 9.3 20.3 2.2
EVOO 13.5 83.9 73.9 10.0 0.8 9.2 11.7
Corn 13.2 82.2 27.5 54.7 1.2 53.5 46.1
Sunflower 10.4 85.2 19.5 65.7 0.0 65.7 >100
Soybean 14.2 81.0 23.2 57.8 6.8 51.0 7.5
Rice bran 19.2 74.3 39.3 35.0 1.6 33.4 20.9
Peanut 16.9 78.2 46.2 32.0 0.0 32.0 >100
Sesame 13.7 81.3 39.7 41.6 0.3 41.3 >100
Grapeseed 9.5 85.8 16.1 69.7 0.1 69.6 >100
Cottonseed 25.8 69.6 17.8 51.8 0.2 51.6 >100
Palm 48.9 46.3 37.0 9.3 0.2 9.1 45.5
Coconut 86.5 7.6 5.8 1.8 0.0 1.8 >100

Tabel 1. Komposisi minyak

Naroop Blend Canola & Extra Virgin Olive Frying Oil

Naroop Blend Canola & Extra Virgin Olive Frying Oil (minyak Naroop) adalah gabungan minyak canola Australia yang tidak dimodifikasi secara genetis (non-GM) dan minyak zaitun extra virgin (EVOO) Australia. Berbeda dengan minyak lain yang mengandung canola oil, minyak Naroop menggunakan canola non-GM untuk menghindari pengaruh perubahan genetis bahan makanan terhadap kesehatan sehingga aman digunakan untuk balita. Minyak Naroop juga menggunakan EVOO premium dengan kadar keasaman bebas ≤ 0.3%, lebih rendah dari EVOO lainnya, sehingga kesegarannya terjamin.

Minyak Naroop memiliki antioksidan alami (Natural Plant Extract/NPE) untuk melindungi minyak dari kerusakan pada temperatur tinggi saat memasak, sehingga minyak Naroop aman digunakan untuk mengolah makanan balita. Terlebih lagi, berbeda dengan minyak zaitun extra virgin lainnya yang tidak dapat digunakan untuk menggoreng (deep frying), NPE menjadikan minyak zaitun extra virgin dalam minyak Naroop aman digunakan untuk menggoreng, bahkan sampai 4 kali lebih sering dari minyak goreng lainnya, sehingga minyak Naroop tetap ekonomis dibanding minyak goreng impor lainnya.

Komposisi minyak Naroop (Tabel 1) memiliki keunggulan untuk digunakan sebagai asupan minyak balita:

  • Asupan minyak Naroop untuk balita merupakan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular secara dini karena minyak Naroop merupakan gabungan 2 jenis minyak yang memiliki kadar minyak tak jenuh tunggal lebih tinggi dibandingkan jenis minyak lainnya.
  • Asupan minyak Naroop dapat merangsang perkembangan otak dan jaringan saraf balita yang juga akan mempengaruhi fungsi saraf dan motorik karena minyak Naroop memiliki kadar minyak tak jenuh ganda omega-3 yang tinggi yang berasal dari minyak canola.
  • Minyak Naroop memiliki perbandingan omega-6 terhadap omega-3 hanya 2.4 (rendah) sehingga membantu mencegah perkembangan penyakit kardiovaskular, kanker, peradangan dan autoimun pada balita.
  • Minyak Naroop memiliki beberapa komponen minor yang berasal dari minyak zaitun extra virgin, yang tidak atau hanya sedikit terdapat pada jenis minyak lainnya, seperti:
    • Polyphenol – antioksidan yang dapat mengurangi inflamasi akibat sindrom metabolik yang apabila dibiarkan dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular [ref. 3].
    • Hydroxytyrosol – sebuah senyawa yang secara natural ditemukan dalam buah dan minyak zaitun dan berpotensi untuk memerangi infeksi bakteri [ref. 4].
  • Komposisi minyak Naroop menghasilkan rasa dan bau netral sehingga dapat lebih mudah diterima balita dan tidak mempengaruhi citarasa asli makanan.

Referensi

  1. The American Journal of Clinical Nutrition, vol. 77, pp. 1146-55.
  2. Experimental Biology and Medicine, vol. 233, pp. 674-88.
  3. Food Chemistry, vol. 162, pp. 161-71.
  4. World Intellectual Property Organization 2014, Use of hydroxitirosol and derivatives thereof as quorum quenchers, viewed 29 August 2014, http://www.patentscope.wipo.int/search/en/WO2014060581.

2 thoughts on “Naroop Blend Canola & Extra Virgin Olive Frying Oil untuk Balita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *